SSIAberhasilmencatatekspansimargindiseluruhsegmenusahamelaluieksekusioperasionalyangsolid.EBITDAkonsolidasi1H26mencapaiRp692,5miliar,denganmarginEBITDAsebesar20,7%,meningkatsignifikandibandingkanEBITDARp106,0miliardanmarginEBITDA5,0%pada1H25.SegmenpropertimemimpinperbaikantersebutdenganmarginEBITDA42,9%,dibandingkan14,5%pada1H25.SegmenperhotelanjugakembalimencatatEBITDApositifpada1H26denganmarginEBITDA9,7%, dibandingkan margin EBITDA negatif pada tahun sebelumnya. Perbaikan ini terutama didorong olehpeningkatanjumlahmalamkamarterjual(roomnights)dankenaikanrata-ratatarifkamar(ARR)diParadisusbyMeliáBaliyangdidukungolehpaketall-inclusive.SegmenkonstruksijugameningkatkanmarginEBITDAmenjadi8,2%dari7,3%pada1H25.
Segmen properti SSIA mencatat pendapatan sebesar Rp1.266,9 miliar pada 1H26, meningkat 274,1% YoY dibandingkan tahun lalu. Kinerja luar biasa ini didorong oleh pengakuan penjualan akuntansi yang kuat sebesar 64,7 hektare senilai Rp1.075,9 miliar dari proyek unggulan Perseroan, yaitu Subang Smartpolitan dan Suryacipta City of Karawang.
Pada 1H26, PT Suryacipta Swadaya (SCS) membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) lahan industri sebesar 9,4 hektare dengan nilai Rp195,9 miliar. Perlambatan pada 1H26 disebabkan oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menunda keputusan investasi langsung asing (FDI) dari perusahaan-perusahaan global.
Hingga akhir 1H26, backlog penjualan lahan SCS tercatat sebesar Rp84,3 miliar, yang merepresentasikan 4,1 hektare lahan.
Konstruksi
PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), unit usaha konstruksi SSIA, mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp1.704,9 miliar pada 1H26, dibandingkan Rp1.704,4 miliar pada 1H25. Meskipun pendapatan relatif stabil, NRCA berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 21,5% menjadi Rp93,0 miliar.
NRCA memperoleh kontrak baru senilai Rp1.370,9 miliar pada 1H26, turun 3,8% dibandingkan Rp1.425,5 miliar pada 1H25.
Proyek-proyek utama yang diperoleh pada 1H26 meliputi Pabrik Pou Chen Pekalongan, Lampung City Mall Tahap 2, New Malio Hotel Hayam Wuruk Jakarta, Rumah Sakit Saint Carolus Gading Serpong, Little Sun School Surabaya, Grha Baramulti Jakarta, Blue Coral Resort Gili Trawangan Lombok Utara, serta Oakwood Jimbaran Villas & Residence Bali.
Perhotelan
Unit usaha perhotelan SSIA mencatat pendapatan sebesar Rp471,1 miliar pada 1H26, meningkat 118,6% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh implementasi konsep all-inclusive di Paradisus by Meliá Bali serta peningkatan ARR di seluruh hotel Perseroan.
Gran Meliá Jakarta (GMJ) mencatat tingkat hunian (occupancy rate) sebesar 37,8% pada 1H26, dibandingkan 40,2% pada 1H25. Namun, ARR meningkat menjadi Rp1,461 juta dari Rp1,331 juta pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan tingkat hunian terutama disebabkan oleh meningkatnya harga tiket pesawat dan sedikit menurunnya aktivitas MICE pada 2Q26.
Umana Bali, LXR Hotels & Resorts (LXR) mencatat tingkat hunian sebesar 46,8% pada 1H26, sedikit menurun dibandingkan 47,8% pada 1H25 akibat rendahnya okupansi pada kuartal pertama sebelum membaik pada 2Q26. Sementara itu, ARR meningkat menjadi Rp9,965 juta dari Rp9,120 juta pada 1H25.
Paradisus by Meliá Bali mencatat tingkat hunian yang kuat sebesar 44,3% pada 1H26. Angka ini belum mencerminkan kapasitas penuh sebanyak 492 kamar sejak awal soft opening karena hotel secara bertahap menambah jumlah kamar yang tersedia dari Februari hingga Mei. ARR pada 1H26 mencapai Rp3,338 juta, melampaui angka tahun 2024 sebesar Rp2,468 juta. Perseroan menargetkan paket all-inclusive akan berkontribusi sebesar 50% dari total tamu pada akhir tahun.
BATIQA Hotels, yang terdiri dari tujuh lokasi hotel, mencatat tingkat hunian sebesar 71,0% dan ARR sebesar Rp456.386 pada 1H26. Angka ini dibandingkan dengan ARR sebesar Rp384.498 dan tingkat hunian 68,9% pada 1H25. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh bertambahnya tamu jangka panjang (long-stay guests) di beberapa lokasi BATIQA serta pergeseran anggaran perjalanan wisatawan domestik dari perjalanan ke luar negeri menjadi perjalanan di dalam negeri.
Platform digital SSIA, Travelio.com, merupakan perusahaan penyewaan properti online inovatif yang menawarkan pilihan sewa jangka pendek, menengah, dan panjang untuk apartemen maupun rumah di 15 kota utama di Indonesia. Travelio didukung oleh sejumlah investor terkemuka, termasuk Pavilion Capital (Temasek Holdings, Singapura), Mirae Asset, Samsung Ventures, dan Gobi Partners. Pada 1H26, Travelio mencatat pertumbuhan Gross Merchandise Value (GMV) sekitar 10% YoY dan menargetkan pertumbuhan sekitar 11% hingga akhir tahun 2026. Sebagai platform pengelolaan hunian privat terbesar di Indonesia, Travelio secara eksklusif mengelola 16.241 unit apartemen pada 1H26 dan ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 16.800 unit pada akhir 2026.
SSIA 1H26- Resiliensi yang Tercermin dalam Kinerja
Unduh