SSIA Develops “Edenhaus Simatupang” Luxury Housing Cluster Worth Rp300 Billion in South Jakarta
21 March 2020
Surya Internusa Tbk (SSIA) group melalui anak perusahaannya – PT TCP Internusa – melakukan ground-breaking pada tanggal 21 Maret yang lalu sebagai tanda dimulainya pembangunan proyek rumah mewah “Edenhaus Simatupang” di lokasi proyek di dalam kompleks perumahan Tanjung Mas Raya, Simatupang, Jakarta Selatan.
PT TCP Internusa adalah pengembang real-estate dan properti anggota REI no.8 yang sudah berpengalaman membangun perumahan kelas atas seperti Kuningan Raya seluas 360 hektar yang saat ini lebih dikenal sebagai kompleks kedutaan besar dan perumahan bergengsi Patra Kuningan di koridor CBD Rasuna Said Jakarta; serta Tanjung Mas Raya seluas 38 hektar di koridor tol Simatupang Jakarta Selatan. TCP juga memiliki properti komersial di kompleks Gran Melia Kuningan Jakarta serta mal Glodok Plaza di kawasan Kota Tua Jakarta.
Edenhaus Simatupang sendiri merupakan signature cluster within cluster di dalam kompleks perumahan bergengsi Tanjung Mas Raya, terdiri dari 41 unit rumah mewah kelas butik yang dirancang dengan konsep garden home resort. Uniknya cluster Edenhaus Simatupang ini memiliki central park berupa urban forest atau taman seluas 2200 meter persegi yang dapat diakses secara langsung dari halaman belakang rumah. “Kami bukan sekedar menjual rumah tapi kami menawarkan lifestyle gaya hidup sehat bagi keluarga mapan untuk menikmati keintiman hidup keluarga di tengah kesibukan dan kemacetan kota metropolitan” ujar Suhartono Widjojo Direktur TCP saat wawancara. Tagline #Everyday Like Holiday# sangat tepat menggambarkan rancangan cluster yang 65% nya berupa ruang terbuka hijau ini. Sedangkan tagline #Stay Close to Family# menjadi mudah dipahami karena setiap rumah dilengkapi dengan smart home system yang memudahkan pemiliknya terkoneksi setiap saat dengan keluarga di rumah serta lokasinya gampang diakses dari segala arah melalui pintu tol JORR Simatupang.
Lebih lanjut Suhartono menjelaskan ada 5 Plus + 5 Bonus Edenhaus Simatupang. Kelima Plus poin tersebut adalah prestigious address in Jakarta Selatan, double security gate – cluster within cluster, walking distance to Aeon Mall Southgate, direct access tol gate JORR Simatupang, easy access to MRT Station Fatmawati & KRL Station Tanjung Barat. Sedangkan 5 Bonus yang didapat pembeli adalah luxury sanitair by Grohe, smart home system by Hyundai Telecom, hot water ready by Solahart, internet ready by Indihome, central park 2200 m2 at your backyard.
Berbeda dengan pengembang pada umumnya yang membangun proyeknya sesudah launching, TCP langsung membangun keseluruhan unit sekalipun launching baru akan diadakan pada semester kedua tahun ini. Hal ini didasarkan pada keyakinan pengembang bahwa proyek ini akan terjual habis pada tahun ini juga mengingat unitnya yang terbatas serta animo peminat yang sudah mencapai 40% dan membayar booking fee hingga saat ground-breaking dilaksanakan. Pembangunan rumah ditargetkan selesai dalam waktu 12 bulan dengan standar pengawasan quality control yang ketat.
Informasi pemasaran dapat dilihat pada www.edenhaus.idatau melalui Instagram dan facebook; atau di kantor pemasaran 021 2787 2121 dan hotline 0813 1199 2121
Suryacipta Launched Electric Bike & Startup Medical Surgical Instruments Production
26 February 2020
K
Karawang, 26 Februari 2020 – Bertepatan dengan 30 tahun PT Suryacipta Swadaya – Management PT Suryacipta Swadaya memperkenalkan Electric Bike hasil riset Tim Industrial Research & Development Center 4.0 (selanjutnya disebut dengan IRDC 4.0), sebuah Lembaga R&D yang dibentuk oleh Yayasan Suryacipta untuk berperan aktif dalam menyukseskan Making Indonesia 4.0 yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian RI.
“Masih banyak hal yang harus disiapkan untuk suskesnya program kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia. Salah satunya, menumbuhkan kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik,” Wakil Presiden Direktur PT Suryacipta Swadaya Karel Walla.
Untuk alasan inilah Tim IRDC 4.0 tergerak untuk melakukan riset terhadap electric bike, yang nantinya dapat dipraktekkan oleh para siswa SMK Suryacipta dalam merangkai electric bike tersebut.
Electric bike yang saat ini dilakukan riset oleh Tim IRDC 4.0 mempunyai spesifikasi sebagai berikut:
1. Kapasitas battery 24v 15ah
2. Energy recovery
3. Fast charging (60 menit)
4. Dapat dikayuh
5. Jarak tempuh sampai 15km dalam sekali pengisian
6. Recharge battery
7. Rpm max 15km/jam
Selain itu IRDC 4.0 juga mulai mengembangkan medical surgical instruments guna mengurangi ketergantungan produk impor. Karena berdasar data Kementerian Kesehatan RI, 92% kebutuhan medical surgical instruments masih impor.
Adanya peluang yang cukup besar untuk memproduksi medical surgical instruments di Indonesia, IRDC 4.0 mendirikan Startup Medical Surgical Instruments Production dengan supervisi jarak jauh dari Mr. Bern Stegmann – Expert di bidang medical surgical instruments dari Jerman. Jenis medical instruments yang akan diproduksi berupa alat-alat untuk operasi bedah seperti Forceps (pinset), Clamps (penjepit), Needle holders (penarik jarum) dan retractors (pembuka kulit).
IRDC 4.0 merupakan Lembaga R&D yang didirikan oleh Yayasan Suryacipta bekerjasama dengan Yayasan Karya ATMI Cikarang. Selain mengembangkan IRDC 4.0, Yayasan Suryacipta juga mendirikan SMK Suryacipta. Hasil dari produksi medical surgical instruments dapat membiayai operasional SMK Suryacipta
“Selain perhitungan bisnis, kami merasa terpanggil untuk turut membangun industri alat kesehatan dalam negeri sekaligus membantu Pemerintah mengurangi ketergantungan atas alat kesehatan impor,” tutup Karel.